Berawal Dari Durar Mufassalat

Adakah yang pernah mendengar istilah ‘Durar Mufassalat’? Jika dibaca, seperti kata-kata dalam bahasa Arab. Yup, benar sekali. Durar Mufasalat itu berasal dari bahasa Arab. Dibacanya, Durar Mufassalt. Eh tapi, kalau dibaca berulang-ulang sepertinya tidak asing di telinga. Seperti do re mi fa sol, ya? Yup, benar lagi. Durar Mufassalat mirip dengan do re mi fa sol. Eh, jangan-jangan solmisasi ini penemunya orang Arab? Nah kalau ini hampir. Memang ada perbedaan teori mengenai asal muasal solmisasi yang biasanya kita pelajari waktu SD itu.

Yang sohor di masyarakat, solmisasi do re mi ditemukan oleh Guido of Arezzo (991 – 1033). Seorang biarawan Katolik dari Arezzo, Italia. Alkisah, Guido mengambil bunyi solmisasi dari penggalan suku kata awal pada bait pertama himne ‘Ut Queant Laxis’ (jangan ambil pusing memikirkan itu himne apa). Penggalan suku katanya adalah ut, re, mi, fa, sol, la. Dimana pada abad ke-17 ‘ut’ diganti menjadi ‘do’. Selanjutnya ’si’ ditambahkan ke dalam solmisasi modern. Hingga akhirnya jadilah do re mi fa sol la si dooo seperti sekarang.

OK, sekarang coba kita telaah lebih dalam. ‘Durar Mufassalat’ nampaknya lebih mirip dengan solmisasi modern, do re mi fa sol la ti dibanding ut re mi fa sol la. Jika dijabarkan perhuruf, ‘Durar Mufassalat’ terdiri dari dāl, rā’, mīm, fā’, ṣād, lām, tā. Nah.. Benar mirip, kan? Siapa yang setuju angkat telunjuknya. OK, berarti pemikiran kita sama dengan Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis dari abad ke-18. Oiya.. Satu lagi, jika diartikan secara harfiah, ‘Durar Mufassalat’ sendiri berarti mutiara yang terpisah. Kalau masih ingat dengan pelajaran seni musik waktu SD, pasti tahu dong bagaimana cara menulis not balok? Not ditulis dengan menggambar lingkaran-lingkaran hitam di atas 5 garis horizontal. Ingat, kan? Seperti mutiara yang terpisah, bukan?

Kita kembali ke Jean Benjamin de La Borde. Pada tahun 1780 La Borde menulis buku berjudul Essai sur la Musique Ancienne et Moderne. Dalam buku ini ia secara alfabet menyebut notasi solmisasi mi fa shad la sin dal ra yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Menurutnya notasi abjad Arab ini ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa latin dan diklaim sebagai himne untuk St. Yohanes. La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan notasi Guido of Arezzo dengan notasi abjad Arab. Dan berakhir pada kesimpulan bahwa Guido tidak lebih hanya mencontek notasi yang telah ditemukan oleh sarjana Muslim saat sebelumnya.

Jika kita menjelajah waktu lebih jauh lagi. Pada abad ke-8 (2 abad sebelum Guido of Arezzo lahir) di Arab sudah bermunculan beberapa ahli musik. Antara lain Ishaq al-Mawsili (wafat 850) dan Ibn al Farabi (872-950). Ishaq al-Mawsili telah memperkenalkan sistem notasi musik dalam bukunya Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs yang terkenal di dunia barat. Menurut beberapa sumber, al-Mawsililah orang yang pertama kali menuliskan Durar Mufassalat dalam buku Book of Notes and Rhythms tersebut.

Selain itu, ada fakta lain tentang Guido of Arezzo yang diungkapkan oleh Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol. Bahwa Guido of Arezzo mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Muslim. Dimana notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna. Catalogna sendiri diterbitkan pada abad ke-11 di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Muslim. Saat itu Catalogna adalah salah satu buku yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Italia. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.

Kisah mengenai ilmuwan-ilmuwan muslim penemu berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi mungkin tidak asing bagi kita. Percaya ga percaya bidang-bidang lain seperti seni dan budaya ternyata juga tak lepas dari peranan mereka. Apapaun teori mengenai penemu solmisasi yang kita suka, semoga tidak menjadikan kita terpecah belah. Selain karena ga penting juga, ya karena dangdut is the music of my country.

Sumber: Klik Musik, Capzone, Gentole

Tags:

Reply