A Mighty Heart, Upaya Menjaga Asa Tetap Ada

Tidak terasa, kini kita sudah berada di penghujung tahun 2015. Menanti pergantian tahun, setiap kita pasti berlomba-lomba membuat daftar tentang apa-apa yang ingin kita raih di tahun depan. Itulah ‘harapan’, kata yang akan selalu menggema di setiap momen pergantian tahun. Dan mengenai harapan ini kami punya resensi film yang akan sangat tepat kamu tonton sambil menanti pergantian tahun ketimbang keliling-keliling ga jelas sambil main petasan dan terompet.

Film ini rilis pada tahun 2007, berjudul A Mighty Heart. Film tentang kisah nyata yang dialami oleh Mariane Pearl yang diperankan oleh Angelina Jolie (Wanted, Salt). Tentu Kalian semua sudah sangat kenal dengan aktris cantik berhati mulia istri dari Brad Pitt (Moneyball, World War Z) ini. Tidak ketinggalan sang suami juga ikut berpartisipasi memproduseri film ini. Diangkat dari buku berjudul A Might Heart film ini dibuat persis seperti memoriam Mariane Pearl ketika peristiwa itu terjadi.

A-Mighty-Heart-1

Kisahnya berawal ketika Daniel Pearl (Dan Futterman – The Birdcage, Kill The Messenger), wartawan Wall Street Journal yang sibuk mencari koneksi untuk bertemu seorang tokoh agama Pakistan bernama Syekh Giliani (Ikram Bhatti) yang saat itu diduga sebagai penyebar teror di balik tragedi 9/11 penyerangan WTC (World Trade Center), New York. Berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya di daerah Karachi. Kemudian bertemu dari satu orang ke orang lain hingga tiba-tiba ia lenyap dari arus aktivitasnya begitu saja. Istrinya, Mariane Pearl yang juga seorang Jurnalis dan menetap di Pakistan merasa resah. Sebab setelah dihubungi beberapa kali, ponsel suaminya tersebut tidak dapat tersambung. Padahal sebelumnya Daniel berjanji akan makan malam bersama dengannya. Sampai keesokan harinya Daniel pun tidak kunjung tiba di rumah.

Asra (Archie Panjabi) sahabat karib Mariane mencoba mencari tahu keberadaan Daniel melalui email-email yang ia terima. Ketika pencarian semakin mendalam muncul email yang menyatakan bahwa Daniel Pearl disandera sebagai orang Yahudi dan mata-mata CIA oleh sebuah kelompok garis keras. Didalamnya juga dimunculkan foto Daniel dengan posisi berjongkok dan kedua tangannya yang diborgol. Peristiwa tersebut memancing pihak Intelejen Rahasia Pakistan yang diketuai Javed Habib (Irfan Khan) dan Randall Bennet (Will Patton) bagian keamanan diplomatik Amerika untuk menelusuri penculikan jurnalis asal Amerika tersebut.

A-Mighty-Heart-2

Mariane Pearl yang saat itu sedang berbadan dua merasa sangat terpukul. Mengetahui suami yang dicintainya ditangkap oleh sekelompok garis keras yang belum teridentifikasi keberadaannya. Ia berharap pihak pemerintah mau membantu temukan Daniel sepenuhnya. Walaupun di sisi lain serbuan wartawan datang silih berganti menanyakan dan memberi pernyataan yang tidak-tidak mengenai penculikan suaminya. Tetapi keteguhan dan kekuatan hatinyalah yang membantu dirinya untuk tetap berdiri tegak menghadapi semua itu.

Di film ini Angelina Jolie benar-benar total berperan sebagai Mariane Pearl. Mulai dari gaya rambut, pakaian hingga body languange-nya menyamai Mariane Pearl asli. Adegan per adegan feel kehilangannya terasa sangat kental. Terlebih lagi saat adegan menangis dan berteriak histeris di penghujung film, terasa sekali penjiwaannya sebagai seorang istri yang teriris hatinya. Berkat akting memukaunya ini Jolie sempat dinominasikan sebagai aktris terbaik di beberapa ajang perfilman internasional, seperti: Golden Glober Awards, Golden Satellite Awards, Screen Actors Guild Awards, Critics’ Choice Movie Awards, Independent Spirit Awards dan Teen Choice Awards.

Sang sutradra, Michael Winterbottom (Jude, The Killer Inside Me) berhasil membuat penonton berempati dengan sosok Mariane seperti saat dirinya mengarahkan film Jude. Seketika saja di akhir film kita jadi ikut merasa kehilangan sebagaimana yang dialami oleh Mariane. Dipadukan dengan scoring yang melankolis plus menyentuh a la Harry Escot (Shame, Hard Candy) dan Molly Nyman (The Arbor, The Road to Guantanamo), membuat hati jadi semakin sesak. Didukung lagi dengan sinematografi Marcel Zyskind (28 Days later, Dancer in the Dark) membuat penonton terhanyut dengan hiruk pikuk Karachi, ketegangan investigasi dan sosok Mariane Pearl yang tangguh.

Reply