Hari Libur Bukan Lagi Sekedar Banyak Film Kartun di TV

Ada hari libur nasional yang sampai sekarang masih menjadi pertanyaan dalam diri saya. Ini sebenarnya hari libur untuk perayaannya siapa? Umat Muslim atau Nasrani? Waktu kecil sih saya ga ambil pusing. Yang penting tanggal merah yang artinya sekolah libur. Dan pastinya bakal banyak film kartun di TV pas hari itu. Nah, sekarang saya sudah punya anak. Kemarin dia nanya begini, “Kata Ibu Guru besok sekolah libur, Pa. Soalnya besok itu tanggal merah, libur perayaan wafatnya Isa Al Masih. Itu Nabi Isa ya, Pa? Kok kita ga siap-siap ngerayain? Ga ada rame-rame di Masjid?” Duh. Anak ini memang ga kaya Bapaknya dulu. Anak zaman sekarang kritis-kritis ya.

Kembali ke hari libur nasional yang menjadi pertanyaan saya dan anak saya ini. Ada 2 hari libur nasional, yakni Wafat Isa Al Masih dan Kenaikan Isa Al Masih. Isa Al Masih itu sama dengan Nabi Isa AS. Dan betul, Beliau adalah Nabi dan Rasul kita umat Muslim. Lalu, mengapa kita tidak ikut memperingati hari-hari tersebut? Mengapa hanya umat Nasrani yang memperingatinya? Bingung kan? Ada apa ini sebenarnya? Ya, dua hari libur nasional tersebut diadakan pemerintah untuk meghormati hari yang dirayakan oleh umat Nasrani. Wafat dan kenaikan Isa Al Masih didasarkan pada akidah Nasrani. Lalu yang jadi pertanyaan mengapa menggunakan nama Isa Al Masih? Bukankah biasanya umat Nasrani menyebut Isa Al Masih dengan Yesus Kristus? Seharusnya kalender menulisnya dengan Hari Wafat Yesus Kristus. Bukan Hari Wafat Isa Al Masih, bukan?

Sudah pada tahu dong ya? Menurut akidah kita, yang disalib dan meninggal saat itu adalah orang lain yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa AS oleh Allah. Bahwa Nabi Isa AS itu belum wafat, beliau diangkat hidup-hidup oleh Allah ke sisiNya untuk menghindari serangan bangsa Yahudi yang ingin membunuhnya. Dan akan diturunkan kembali ke bumi pada akhir zaman untuk menunaikan tugas yang belum selesai.

Sampai saat ini memang saya belum menemukan sejarah awal mula penulisan Isa Al Masih di kalender Indonesia. Namun jika di kalender yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga Islam biasanya di sana tertulis Yesus Kristus dan bukan Isa Al Masih. Plis, jangan su’uzon dulu, selama belum dapat sejarahnya. Jangan bilang kalau ini adalah penyesatan akidah. Jangan buru-buru bilang ini adalah doktrin menyusupkan akidah Nasrani ke dalam masyarakat Indonesia.

Jadi gimana dong? Biar aman, belilah kalender yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga Islam. Atau sementara jika anak Anda bertanya seperti anak saya, mungkin jawaban seperti ini dapat membantu Anda: “Nak, hari libur ini bukan hari raya umat Islam. Sebenarnya libur pada hari ini hanya untuk menghormati umat Nasrani. Mending, kita jalan-jalan aja yuk.” Dijamin dia ga akan banyak cingcong dan malah langsung bikin list mainan apa aja yang nanti mau dibeli. Hehe..

Atau kalau anak Anda sudah bisa baca, suruh buka website ini aja. Semoga tambah pinter kaya orang tuanya.

Tags:

Reply