Kubah As Sakhrah

Atau yang lebih terkenal dengan sebutan Dome of The Rock. Walau memiliki kubah, Kubah As Sakhrah ini bukanlah masjid. Tapi lokasinya memang berada satu komplek dengan Masjid Al Aqsa di dalam Haram Al Sharif, Baitul Maqdis (Yerusalem), Palestina. Meskipun demikian, di dalamnya kita diperkenankan untuk shalat dan mengaji. Hanya shalat sunnah karena di sini tidak diselenggarakan shalat fardhu berjamaah. Shalat fardhu berjamaah tentunya hanya dilaksanakan di Masjid Al Aqsa.

Dome-of-The-Rock-0

Kubah As Sakhrah ini pertama kali dibangun oleh Khalifah Abdul Malik dari Dinasti Umayyah pada tahun 690. Pengembangan dari Masjid Al Aqsa yang sebelumnya direnovasi oleh Khalifah Umar bin Khattab. Dibangun di atas batu yang pernah menjadi bagian dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Menjadi ‘monumen’ peringatan atas mukjizat Rasulullah Muhammad SAW tersebut. Batu besar ini merupakan pijakan Rasulullah saat akan menaiki Buraq sebelum ‘terbang’ menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Atas Kebesaran Allah, konon batu ini ikut terangkat naik disaat peristiwa itu berlangsung. Dan hingga saat ini pun kita masih dapat menyaksikan bukti kebesaranNya tersebut. Di dalam Kubah As Sakhrah kita bisa menyaksikan ruangan yang terbentuk akibat naiknya batu tersebut. Terlebih lagi, kita dapat melaksanakan shalat di sana. Rasakan sensasi tingkat tinggi shalat di bawah batu raksasa yang ‘mengapung’.

Dome-of-The-Rock-2

Lokasinya yang berada di Tanah Suci tiga agama, Islam, Kristen dan Yahudi membuat Al Aqsa mengalami beberapa kali jatuh bangun. Sebelum akhirnya kembali dapat dikuasai melalui Salahudin Al Ayubi pada tahun 1187. Dan dikembalikan fungsinya menjadi tempat suci bagi umat Muslim. Bangunannya kembali direnovasi dengan mengganti kubahnya dengan batu. Berlanjut sampai masa kekhalifahan Turki Utsmaniyah di bawah Sultan Suleiman I pada tahun 1520, Kubah As Sakhrah kembali dikembangkan. Eksterior dan interiornya semakin diperindah dengan menambahkan kaligrafi, mosaik keramik dan marmer.

Efek dari cuaca dan beberapa kali mengalami bencana gempa bumi, pada tahun 1955 Kubah As Sakhrah kembali mengalami renovasi. Renovasi besar-besaran kali ini diprakarsai oleh pemerintah Yordania dengan dibiayai oleh pemerintah Arab dan Turki. Renovasinya meliputi penggantian mosaik keramik hingga penggantian material kubahnya menggunakan bahan perunggu yang tahan lama. Lalu, kubah emas seperti yang kita lihat sekarang ini merupakan hasil renovasi pada tahun 1993. Lapisan emas tersebut adalah sumbangan Raja Husein dari Yordania senilai US$ 8,2 juta.

Dome-of-The-Rock-3

Dome-of-The-Rock-4

Dome-of-The-Rock-5

Sumber foto: A Virtual Walking Tour

3 Comments

  1. Netty Arni, SH-Notaris Reply
  2. Netty Arni, SH-Notaris Reply
  3. Netty Arni, SH-Notaris Reply

Reply