Museum Angkut – Malang, Jawa Timur

Museum Angkut + Movie Star Studio begitu nama lengkapnya. Berlokasi di dalam komplek taman rekreasi Jawa Timur Park di kota Batu, Malang – Jawa Timur. Jawa Timur Park kini menjadi satu ikon pariwisata yang tersohor di bagian paling timur pulau Jawa. Dan kehadiran Museum Angkut pada tahun 2014 kemarin semakin mengukuhkan komplek taman rekreasi ini sebagai pusat rekreasi terbesar di Indonesia. Kota Batu ini berada di bagian barat kota Malang, jaraknya sekitar 20 KM dari sana. Kalau dari Surabaya jaraknya sekitar 110 KM, bila ditempuh menggunakan mobil memakan waktu 2 – 3 jam perjalanan pada masa liburan.

Museum dengan luas 3,8 hektar ini menjelma menjadi salah satu penyumbang pengetahuan perkembangan alat angkut terlengkap dan terbesar di Asia. Berisi perkembangan berbagai macam alat angkut dari berbagai penjuru dunia mulai dari yang tradisional hingga modern, yang tidak bermesin hingga yang bermesin. Terkemas menarik dengan paduan koleksi yang luar biasa banyak yang ditata dengan latar belakang kota-kota asal alat angkut. Pokoknya instagramable banget deh, ga bakal rugi datang ke museum ini. Super duper keren, kebanggaan Indonesia dikancah mancanegara.

Untuk masuk ke dalam museum ini siapkan dana sebesar Rp 60,000/orang untuk tiket pada weekdays (Senin-Kamis) atau Rp 80,000/ orang jika kamu datang pada weekend (Jumat – Minggu). Pada hari libur nasional dan musim liburan tiket masuknya menggunakan harga tiket weekend. Harga tersebut berlaku untuk pengunjung anak dan dewasa. Bagi anak-anak dengan tinggi di bawah 85 cm tidak perlu membeli tiket alias gratis. Satu lagi yang perlu membeli tiket masuk adalah kamera. Setiap kamera yang dibawa masuk ke dalam museum dikenakan biaya sebesar Rp 30,000/ kamera. So, yang datang rombongan, lebih baik bawa kameranya 1 saja ya. Yang lain cukup pakai kamera ponsel saja. Kamera ponsel tidak dikenakan biaya kok.

Museum dibuka sejak jam 12.00 siang hingga 20.00 malam. Sedangkan loket tiket dibuka mulai jam 11.00 siang hingga 19.30 malam. Tapi meskipun loket dibuka jam 11.00, pada hari libur antrian pengunjung sudah mulai mengekor sejak jam 09.00 pagi. Karena masih baru, antusias pengunjung museum ini memang sangat tinggi. Jika musim liburan tiba, sebaiknya jam 08.00 pagi kita sudah sampai sana. Karena 1 jam kemudian dijamin lokasi taman rekreasi ini sudah mulai padat. Bagi yang datang menggunakan mobil akan sulit untuk mendapatkan lokasi parkir jika sudah masuk jam 09.00 pagi.

Setelah berbaris mengantri di tengah teriknya matahari selama 2 jam akhirnya tiket pun di tangan. Sekarang tinggal menunggu pintu masuk dibuka. Beginilah kira-kira keadaan Museum Angkut ini sesaat sebelum pintu masuk dibuka.

Antrian Museum Angkut

Jam 11.30 akhirnya pintu masuk pun dibuka. Mungkin karena melihat jumlah pengunjung yang membludak, pintu masuk pun dibuka lebih awal. Laiknya museum-museum lain, setiap pengunjung terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan yang ketat sebelum masuk. Selain untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung, pemeriksaan ini juga untuk memeriksa tiket kamera yang akan dibawa masuk. So, jangan sampai lupa beli tiket kamera di loket, kalau memang niat ingin menggunakan kamera di dalam nanti.

Zona Hall Utama
Dari pintu masuk, selanjutnya kita akan langsung bertemu dengan sebuah hall besar. Di hall besar ini terdapat berbagai macam mobil dan sepeda motor klasik dari berbagai negara, kereta kuda hingga robot Bumblebee dari film Transformers. Didisplay sedemikian rupa dengan hiasan lampu-lampu yang ditata dengan elegan menyerupai sebuah pameran otomotif.

Hall Utama

Zona Edukasi
Sesuai misi visi Jawa Timur Park Group sebagai penggagas Wisata Edukasi, di zona seluas 900 meter persegi ini kita akan diajak untuk belajar sejarah. Sejarah tentang berbagai angkutan dari masa ke masa, baik di Indonesia maupun di dunia. Di sini dipamerkan berbagai macam becak dari berbagai negara hingga miniatur kapal laut besar yang pernah dibuat pada masa kerajaan di Indonesia.

Zona Sunda Kelapa & Batavia
Masuk ke zona ini kita serasa ditarik kembali ke masa Jakarta tempo dulu saat menjadi pelabuhan terkenal pada zaman kolonial. Kita akan menemukan nuansa Batavia, tiruan Menara Syahbandar serta berbagai jenis angkutan yang pernah ada di sana.

Batavia

Zona Gangster Town & Broadway Street
Di zona ini Al Capone sebagai gangster tersohor di tahun 1970an beraksi dan siap membawa kita terlibat dalam dunia gangster. Broadway street yang menjadi tempat impian para artis tersohor dunia ditampilkan bersama dengan berbagai model angkutan di dalamnya.

Zona Gangster

Zona Eropa
Ini merupakan zona miniatur landmark negara Italia, Perancis, Jerman dan Iggris yang tersohor di Eropa. Di sini ditampilkan miniatur kafe-kafe khas Italia, Menara Eiffel hingga Tembok Berlin. Disajikan dalam nuansa malam yang dipadu dengan berbagai angkutan dari Eropa yang melengkapi situasi kota. Dan di ujung zona Eropa ini kita akan berjumpa dengan instalasi Mr. Bean bersama mobil Morris kesayangannya.

Eropa

Zona Istana Buckingham
Inggris adalah negara kerajaan paling tersohor di dunia otomotif. Terbukti Inggris menghasilkan berbagai angkutan berkelas seperti Blackburn, Triumph, Matchless, Royal Enfield, Raligh, Fillir, Francis Barnett, Austin, Mini Cooper, Rolls Royce dan sebagainya yang dihadirkan di sini. Terdapat juga mobil Land Rover yang pernah digunakan oleh Queen Elizabeth saat parade di Australia. Dilengkapi pula dengan situasi kota London di malam hari dan kemegahan Istana Buckingham.

Buckingham

Zona Las Vegas dan Hollywood
Zona terakhir sangat kental bernuansa Amerika. Nuansa malam di gerbang Las Vegas yang dihiasi dengan mobil-mobil limosin yang panjang. Lalu ditutup dengan arena yang pasti menjadi idola para movie mania. Di Zona Hollywood kita akan disuguhkan berbagai kendaraan yang pernah tampil di film-film Hollywood. Selain Batmobile yang mutakhir kita juga bisa melihat dari dekat motor yang jadi kendaraan Ghost Rider.

Hollywood

Zona Pasar Apung
Pintu keluar museum akan langsung mengarahkan kita pada Zona Pasar Apung. Berbagai souvenir  Museum Angkut serta oleh-oleh khas Nusantara UKM Batu ada di sini. Makanan khas tradisional turut meramaikan suasana pasar tempo dulu dan nuansa pasar apung. Berbagai kerajinan dan lukisan gaya seniman Kota Batu seperti seni batik, lukis, ukir dan karikatur dapat dipelajari sekaligus berinteraksi langsung dengan para seniman dan membawa hasilnya pulang ke rumah.

Pasar Apung

Zona D’topeng Kingdom
Adalah Museum warisan budaya Indonesia, letaknya berada di dalam Zona Pasar Apung. Penuh sensasi pesona dan kekayaan warisan bangsa Indonesia. Di sini terdapat koleksi hingga 2,000 topeng lebih. Topeng-topeng ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, kita juga akan menemukan peninggalan-peninggalan kuno lain seperti wayang, keramik hingga Tafsir Al Quran yang dahulu pernah digunakan oleh Wali Songo. Dan di ujung zona ini terdapat area untuk mencoba berbagai topeng kayu. Beberapa topeng kayu bisa kita coba kenakan. Dapatkan sensasi unik tersendiri ketika mengenakannya.

Tafsir Quran Wali Songo

Selesai sudah jalan-jalan saya ke Museum Angkut ini. Totalnya saya butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk menyelesaikan seluruh zona yang ada. Saya masuk jam 11.30 lalu selesai pada jam 14.30. Cukup puas dan melelahkan bukan? Oleh karenanya persiapkan diri sebelum mengunjungi museum ini. Usahakan makan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam museum. Karena tidak diperkenankan membawa makanan dari luar. Selain karena harga makanan di dalam yang kurang bersahabat, kafetaria di dalam museum juga cukup panjang antriannya. Sambil bergantian mengantri tiket kita bisa menggunakan area nongkrong di Zona Pasar Apung yang belum dibuka untuk mengisi perut dengan makanan yang kita bawa dari rumah. Setelah itu, sambil menunggu pintu masuk dibuka, silakan berfoto-foto selfie di pelataran museum. Di sana terdapat beberapa kendaraan tempur yang sayang untuk dilewatkan.

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi museum yang luas ini? Untuk kalian para instagramer adalah wajib untuk datang ke sini. Banyak sekali spot-spot yang sangat unik yang harus kalian ambil gambarnya di sini. OK! Selamat berakhir pekan.

One Response

  1. dongengtravel Reply

Reply