The Mosque: Masjid Sebagai Karya Seni Instalasi di Venice, Italia

Ada yang sangat menarik pada penyelenggaraan pameran seni kontemporer Biennale tahun ini. Biennale adalah kegiatan pameran kolektif seni kontemporer dua tahunan yang diselenggarakan atas prakarsa Biennale Foundation serentak di beberapa negara termasuk Indonesia. Membangun koneksi serta memfasilitasi seniman-seniman kontemporer dari berbagai belahan bumi untuk saling bertukar informasi akan perkembangan seni kontemporer di masing-masing negara. Di Indonesia sendiri diselenggarakan Jakarta Biennale dan Jogja Biennale. Dan yang tadi saya katakan menarik terjadi di Italia, tepatnya Venice Biennale. Biennale yang diselenggarakan di kota penuh romantisme yang terkenal dengan jalan kanalnya.

Dialah Christoph Büchel, seniman kontemporer berkebangsaan Swiss – Islandia yang memamerkan karya seni instalasi yang sangat keren. Pria berusia 48 tahun ini memamerkan The Mosque pada perhelatan Biennale di Venice pada awal bulan Mei ini. ‘THE MOSQUE: The First Mosque in the Historic City of Venice’ begitulah judul karya seni instalasi yang ia ciptakan. Karyanya ini adalah bentuk dukungannya terhadap toleransi dalam kehidupan beragama. Betapa tidak, ia mendirikannya tepat di pusat kota Venice di mana sebelumnya tidak ada masjid di sana. Padahal Venice sendiri didiami oleh hampir 30 komunitas muslim. Dan Christoph Büchel ini tidak mempunyai hubungan dan kaitan dengan agama Islam sebelumnya.

The-Mosque-01

The Mosque diinstall dalam sebuah bangunan bekas gereja Katolik Santa Maria dell’Abbazia della Misericordia. Yang masih menjadi bagian dari Paviliun Islandia. Gereja tua yang telah ditutup sejak 40 tahun yang lalu. Berkat kerja samanya dengan komunitas Islam di Venice dan Islandia ia berhasil menyulap gereja ini menjadi masjid. Bagian dalamnya dipasangi kaligrafi Arab seperti yang terdapat pada Museum Hagia Sophia di Turki. Lantainya dipasangi karpet sajadah yang menghadap kiblat Ka’bah di Mekkah. Mimbar khas Arab berdiri di depannya. Serta tempat wudhu hingga tempat sandal dan alas kaki di pintu masuk.

The-Mosque-09

The-Mosque-08

Tidak hanya sekedar karya seni instalasi yang hanya boleh dilihat-lihat, Christoph Büchel membuatnya benar-benar menjadi tempat ibadah umat muslim di sana. Sholat fardhu 5 waktu hingga sholat Jumat pun dilaksanakan di The Mosque. Tidak hanya itu, DKMnya pun ada. Nih, silakan cek di sini. Menurut Ibrahim Sverrir Agnarsson – Kepala Asosiasi Muslim Islandia, “The Mosque ini adalah pameran seni namun tetap melayani apapun kegiatan seperti yang dilakukan umat Islam di masjid. Dan semua orang pastinya penasaran dengan kegiatan apa yang di lakukan di dalam masjid.” Ibrahim diundang oleh Menteri Kebudayaan Islandia untuk mendukung proyek ini sepenuhnya. Menurutnya, “Tantangannya sangat besar dalam memperisapkan karya ini, namun itu terbayar dengan kesuksesan besar yang diraih saat pembukaan The Mosque ini.” The Mosque pertama kali dibuka dengan sholat Jumat pada tanggal 8 Mei kemarin.

Berikut ini foto-foto karya Christoph Büchel tersebut:

The-Mosque-02

The-Mosque-03

The-Mosque-04

The-Mosque-05

The-Mosque-06

The-Mosque-07

Namun sangat disayangkan, kabar tekahir mengatakan bahwa pada hari Jumat, 22 Mei kemarin The Mosque ditutup untuk umum setelah dibuka sejak 2 minggu yang lalu. Otoritas setempat beralasan bahwa penutupan ini berkaitan pelanggaran peraturan kesehatan dan keselamatan. Menurut mereka pada beberapa kesempatan, jumlah pengunjung telah melebihi kapasitas bangunan. Hmm.. Ya.. ya.. Semoga saja alasannya benar ya.

Hingga saat ini, Biennale Foundation melalui juru bicaranya Cristina Costanzo masih berupaya untuk menemukan solusi terbaik agar karya seni Christoph Büchel ini difungsikan kembali. Berbagai pertemuan dengan otoritas daerah setempat bersama perwakilan dari paviliun Islandia telah dilakukan sejak hari Jumat kemarin.

Kita tunggu saja ya, bagaimana kelanjutan kisah The Mosque ini.

Sumber: Picture of Us

Tags:

Reply